Dr. Widodo Ketua program Studi IPS UNINDRA Perkenalkan Perspektif Baru 7 Kebiasaan Anak Hebat di SMK Ar-Raisiyih Husada

, , 19 November 2025
ips 5

Jakarta. Dalam rangka menunjang realisasi program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), SMK Ar-Raisiyih Husada, Jakarta Timur, menggelar  kegiatan optimalisasi impelementasi 7KAIH (5/11/2025). Sebagai narasumber Dr. Widodo, S.Psi., M.Pd, Ketua Prodi Pendidikan IPS dan sekaligus Dosen Pascasarjana Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI. Kegiatan ini melibatkan 90 siswa, 15 guru, dan 12 perwakilan orang tua murid. Dalam kesempatan tersebut,  Dr. Widodo menawarkan perspektif baru 7KAIH, yang meliputi: (1) Bangun pagi: Dengan senyum, harapan baru, kesuksesan baru; (2) Beribadah: Bukan hanya menjalankan ritual agama, tetapi mengaktualisasikan nilai-nilai spiritual agama dalam kehidupan nyatal (3) Berolahraga: Bukan sekedar menggerakan sendi-sendi raga, tetapi juga menjaga agar raga senantiasi bugar sebagai bentuk syukur; (4) Makan sehat dan bergizi: Bukan sekedar memenuhi standar kebutuhan fisik, tetapi juga menyuplai kebugaran syaraf-syaraf otak agar dapat bekerja maksimal  untuk mendukung aktivitas kita sehari-hari; (5) Gemar belajar: Sebagai perwujudan tanda syukur atas anugerah otak yang diberikan kepada manusia, yang konon memiliki kapasitas tak terbatas; (6) Bermasyarakat: Bukan sekedar untuk menjalin relasi sosial, tetapi juga untuk membangun peradaban yang lebih baik, yang memungkinkan setiap insan hidup dengan layak dan bahagia; dan (7) Tidur cepat: Bukan sekedar untuk  istirahat, tetapi juga untuk memulihkan organ-organ fisik yang lelah dan merelaksasi kerja otak yang tidak pernah berhenti. Namun, menurutnya, untuk menjadi anak Indonesia hebat, tidak cukup hanya dengan 7 kebiasaan itu, melainkan perlu ditambah (plus) 5 kebiasaan yang lain, yakni: (2) Jujur: Perkataan, sikap dan perbuatan sesuai fakta dan kebenaran; (2) Bijaksana bergadget: Menggunakan Gadget tidak berlebihan dan dialokasikan sebagian besar untuk kepentingan belajar; (3) Kreatif: Kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan orisinal, baik berupa ide maupun karya nyata; (4) Inovatif: Memperkenalkan sesuatu yang baru, atau bersifat pembaruan dan kreasi baru; dan (5) Kolaboratif: Bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Tidak ada kesusksesan yang dibangun seorang diri. Dua belas kebiasaan ini jika dapat dibiasakan dengan masif dan baik akan tumbuh menjadi budaya yang dapat mengantar anak-anak Indonesia menjadi anak hebat. Namun, menurut Dr. Widodo, semua itu perlu dukungan  sinergitas tiga serangkai: anak, orangtua, dan guru menjadi “tritunggal” yang saling terbuka,  mencerahkan, dan mendukung. Caranya adalah menumbuhkan kesadaran, membangun komitmen bersama, menumbuhkan sikap Pro-7KAIH Plus, mengaktualisasikan 7KAIH Plus, mengevaluasi secara berkala, dan melakukan perbaikan. Jika ini dapat diperankan dengan baik, maka 7KAIH Plus akan akan bertansformasi menjadi budaya, yang dapat mengubah kehebatan menjadi kesuksesan.