Kolaborasi PGRI Bone–UNINDRA: Menguatkan Kompetensi Kepribadian dan Sosial Guru untuk Masa Depan Pendidikan

, , 19 November 2025
1ps 3

Jakarta-PGRI Kabupaten Bone berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Prodi PIPS) Pascasarjana Unindra menggelar kegiatan pelatihan kompetensi kepribadian dan sosial guru dengan tema “Strategi Optimalisasi Kompetensi Kepribadian dan Sosial Guru Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pendidikan.”  Kegiatan ini diselenggarakan secara daring, dengan keynote speaker: Muhammad Rusdi, M.Pd (Ketua PGRI Kabupaten Bone), narasumber: Dr. Widodo, S.Psi., M.Pd (Kaprodi PIPS Pascasarjana Unindra), moderator: Dr. Rahayu Permana, M.Hum (Dosen PIPS Pascasarjana Unindra), host: Dr. Megawati (Dosen PIPS Pascasarjana Unindra), dengan peserta 89 orang guru. Kegiatan berlangsung pada tanggal 16 November 2025, pukul: 9.00-12.00 WIB, bertujuan untuk memberikan wawasan kepada guru dan menguatkan profesionalisme mereka melalui perspektif kompetensi kepribadian dan sosial. Dalam sambutannya, Ketua PGRI Bone Muhammad Rusdi, M.Pd berharap agar kegiatan pelatihan ini dapat dijadikan sebagai pendalaman pemahaman guru terkait dengan kompetensi kepribadian dan sosial guru, yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi guru.

Sedangkan Dr. Widodo, S.Psi, M.Pd dalam paparannya mengemukakan bahwa untuk meningkatkan kompetensi kepribadian guru bukan hanya diperlukan tingkat kematangan dan stabilitas yang tinggi atas dimensi-dimensi krusial keprbadian, seperti: openness to experience (terbuka pada pengalaman dan gagasan-gagasan baru), conscientiousness (memenuhi tugas secara terencana dan teratur), extraversion (ceria dalam menghadapi stimulus eksternal), dan agreeableness (bersifat sosial, bersahabat, dan cinta damai), tetapi juga perlu diperkaya dengan kepribadian proaktif yang meliputi: self-initiated (kecenderungan memproduksi ide baru),  change-oriented (kecenderungan melakukan perubahan), dan future-oriented (kecenderungan mengerahkan energi hidup untuk mengantisipsi masa depan). Kemudian, tentang kompetensi sosial, Dr. Widodo antara lain menekankan pentingnya kecerdasan sosial dan komunikasi interpersonal. Kecerdasan sosial terkait dengan empati (peduli dan menghargai orang lain), kemampuan membawa diri (memposisikan diri secara tepat di berbagai komunitas sosial), radar situasional (kecerdikan membaca situasi sosial dan menanggapinya dengan tepat), kejelasan (menggunakan bahasa secara efektif dalam menjelaskan dan membujuk orang lain) dan otentisitas (bersikap obyektif, nyata, transparan, dan jujur), sedangkan komunikasi interpersonal berhubungan dengan openess (kesediaan berekspresi dan bertindak jujur), empathy (ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain), supportiveness (berpikiran terbuka, kesediaan mendengarkan pandangan berlawanan, dan menciptakan lingkungan yang mendukung), positiveness (memiliki sikap positif seraya memuji mitra interaksi), dan equality (perbedaan pendapat dipandang sebagai berkah hidup yang membantu pemecahan masalah). Menurutnya, kompetensi kepribadian dan sosial guru akan terbangun dengan baik apabila guru memiliki berbagai kecakapan tersebut. Karena itu, pesannya, guru harus mempunyai komitmen dan tekad yang kuat untuk menguasai itu semua dengan kesadaran tinggi.